Thursday, February 13, 2014

Apa Itu SUFA?


Sumber gambar: www.acon.org.au

Salah satu diskusi yang cukup hangat di milis AIDS Ina adalah tentang SUFA. Kepanjangannya menurut salah satu anggota milis adalah Strategic Use of ARV. Intinya, SUFA adalah pemakaian ARV secara langsung begitu diketahui status HIV+ tanpa memandang nilai berapa CD4. Perlu diketahui, bahwa sejak dulu ada salah satu syarat untuk memulai terapi ARV yaitu jumlah CD4. Karena hitung CD4 ini sangat sulit diterapkan di berbagai daerah yang tidak memiliki alatnya, maka gejala klinis penyerta dan penentuan stadium menjadi tolok ukur dimulai atau tidaknya terapi ARV.
Nah, ada program baru yang saat ini memasuki implementasi pilot project di beberapa kabupaten/ kota di Indonesia yang disebut dengan SUFA. Untuk itu penting juga diketahui oleh pembaca blog Apa Itu HIV dan AIDS agar tetap update dengan informasi terkini.

Karena langsung mendapatkan ARV begitu diketahui positif maka SUFA sering juga disebut Test and Treat. Karena tujuannya juga untuk mencegah penularan (dengan menurunkan viral load) maka sering pula disebut Treatment as Prevention (TasP). SUFA diperkuat dengan surat edaran dari Menkes tertanggal 13 Maret 2013. Dengan adanya kebijakan baru ini maka Kemenkes wajib menyediakan fixed dose (FDC) 1 pil (Tenofovir, Lamivudine, Efavirenz) yang akan dikonsumsi sekali sehari.

Untuk lebih lengkapnya saya sertakan link untuk mengunggah informasi tentang kebijakan SUFA tersebut di sini. File tersebut sepertinya dibuat oleh teman-teman di IAC (Indonesia AIDS Coalition). Terimakasih sebesar-besarnya atau usaha mereka.

Semoga berguna!

Sumber: Milis AIDS Ina

1 comment:

Orang Kedurus said...

Menarik... ditunggu update baru tentang SUFA ini ke depan...