Thursday, January 8, 2015

Masturbasi sebagai solusi atasi PMS?



Beberapa pertanyaan mampir di inbox Laman Facebook Apa Itu HIV dan AIDS yang mempertanyakan tentang masturbasi, termasuk pertanyaan apakah melakukan masturbasi bisa menyebabkan tertular penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV. Untuk itu artikel ini akan mencoba mengulas sedikit tentang masturbasi  yang diolah dari berbagai sumber sehingga ada pemahaman bagi pembaca tentang apa itu masturbasi dan bagaimana menyikapinya.


Masturbasi (istilah lainnya onani atau rancap) adalah perangsangan seksual yang sengaja dilakukan pada organ kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Perangsangan ini dapat dilakukan tanpa alat bantu ataupun menggunakan suatu objek atau alat, atau kombinasi dari keduanya. Masturbasi merupakan suatu bentuk autoerotisisme yang paling umum, meskipun hal tersebut dapat pula dilakukan dengan bantuan orang lain secara bersama (Mutual Masturbation).

Pada sebuah penelitian terungkap bahwa 95% pria dan 89% wanita pernah melakukan masturbasi. Masturbasi merupakan tindakan seksual pertama yang dilakukan oleh sebagian besar pria dan wanita, meskipun lebih banyak wanita yang telah melakukan sanggama sebelum mereka pernah melakukan masturbasi. Sebagian besar pria yang melakukan masturbasi cenderung melakukannya lebih sering dibandingkan wanita, dan mereka cenderung selalu atau biasanya mengalami orgasme ketika bermasturbasi. Ini adalah perilaku seksual yang paling umum nomor dua setelah sanggama, bahkan masih saja ada yang melakukan masturbasi meskipun telah memiliki pasangan seksual tetap. Sebuah survei yang dilakukan oleh Kinsey pada tahun 2010, mencatat bahwa sebagian besar remaja berusia di bawah 18 tahun telah melakukan masturbasi. Tercatat, 80 persen remaja laki-laki dan 59 persen remaja perempuan telah melakukan masturbasi. Semakin beranjaknya usia, pengakuan ini meningkat. Melewati usia 18 tahun, 92 persen wanita mengakui telah melakukan masturbasi di usia muda.
Lukisan Wegener tentang Masturbasi pada wanita. Sumber: wikipedia

Seringkali setelah masa bayi, sebagian besar anak-anak kadangkala menemukan kenikmatan ketika organ genitalnya dirangsang, tetapi jangan dipahami perilaku ini sebagai "seksual" sebelum mereka memasuki masa remaja. Selama masa remaja, persentase mereka (baik laki-laki maupun perempuan) yang melakukan masturbasi meningkat dengan pesat, terutama pada pria. Sebagian besar orang terus melakukan masturbasi ketika mereka telah dewasa, dan banyak juga yang melakukannya sepanjang hidup mereka. Kaum wanita biasanya menggunakan alat untuk melakukan masturbasi, di antaranya menggunakan timun, terung, maupun alat-alat modern berupa vibrator dan dildo.

Cara masturbasi pada laki-laki dan perempuan umumnya dilakukan dengan cara menggosok atau mengelus-elus daerah kemaluan dengan telapak tangan atau jari, dan dimungkinkan juga menggesek-gesekkan kemaluan mereka pada objek seperti bantal. Organ tubuh lainnya juga dapat merasakan kenikmatan bermasturbasi dengan cara menyentuh, menggosok, atau mencubit puting atau organ tubuh lainnya yang peka rangsangan seksual. Laki-laki maupun perempuan terkadang menggunakan zat pelumas untuk mengintensifkan sensasi saat masturbasi. Membaca, melihat, mendengar, atau berfantasi hal-hal pornografi sering digunakan sebagai bumbu tambahan bermasturbasi. Sering kali orang akan mengingat kenangan dan fantasi selama masturbasi.

Hingga saat ini membicarakan tentang masturbasi masih menimbulkan pro-kontra. Ada yang mengatakan bahwa masturbasi itu perlu dilakukan dan menyehatkan namun tak sedikit yang mengangkat dampak buruk dari masturbasi sehingga melarang untuk melakukannya.
Bagi yang menyatakannya bermanfaat, maka pada wanita, manfaatnya antara lain:

  1. Kesehatan serviks, Jika anda pernah mendengar bahwa masturbasi bisa menurunkan risiko kanker prostat pada pria, maka hal yang sama juga berlaku pada wanita. Masturbasi yang dilakukan wanita diketahui berkaitan dengan kesehatan serviks. Ketika serviks membuka saat wanita mengalami orgasme, cairan serviks terdorong keluar. Dan ketika cairan tersebut melewati vagina, cairan tersebut mengeluarkan bakteri jahat yang bisa menyebabkan infeksi.
  2. Menurunkan stress, Manfaat lain dari masturbasi untuk wanita adalah bisa menurunkan stres dan ketegangan. Penelitian mengungkap bahwa orgasme bisa membuat tubuh mengeluarkan hormon yang ampuh menangkal depresi. Hal ini juga berlaku ketika wanita mengalami orgasme saat melakukan masturbasi.
  3. Menguatkan otot vagina, Masturbasi bisa membantu wanita menguatkan otot di daerah pelvis dan vagina. Hal ini karena ketika mengalami orgasme dan melakukan masturbasi, bagian uterus akan berkontraksi dan menguatkan otot di sekitar vagina.
  4. Tidur lebih nyenyak, Penelitian menunjukkan bahwa masturbasi juga bisa membantu mengatasi insomnia. Saat melakukan masturbasi, tubuh memproduksi hormon yang membuat seseorang merasa nyaman dan senang. Hormon ini muncul diikuti dengan hormon oxytocin yang bisa membantu agar Anda cepat terlelap. 
  5. Meningkatkan mood, Masturbasi dilakukan untuk menyenangkan diri sendiri. Dengan begitu, masturbasi bisa meningkatkan mood seseorang. Ketika mengalami orgasme saat masturbasi,tubuh mengeluarkan dopamin yang bisa membuat mood seseorang menjadi lebih baik.
Sedangkan bagi pria, masturbasi tidak hanya untuk memuaskan hasrat seksual saja, tapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Masturbasi yang sehat bisa mencegah kanker prostat dan tidak akan mengakibatkan gangguan mental seperti kecanduan seksual dengan pasangan atau gangguan seksual lainnya. Berikut ini manfaat masturbasi pada pria dewasa:

  1. Menyegarkan sperma. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ejakulasi saat masturbasi bisa membantu menjaga kualitas sperma sebab sperma yang lama akan diganti dengan memproduksi sperma yang lebih segar. Artinya, sperma segar bisa meningkatkan kesuburan pria.
  2. Mengurangi stres. Menstimulasi tubuh dengan masturbasi bisa mengurangi stres. Saat bermasturbasi, hormon oksitosin dan dopamin akan terbentuk. Kondisi ini bisa menenangkan suasana hati dan membantu seseorang tidur lebih nyenyak.
  3. Mencegah penyakit menular. Masturbasi sering disebut sebagai praktek seksual yang paling aman. Meski tidak bersentuhan langsung dengan organ genital pasangan, namun pria masih bisa merasakan kepuasan dan tentunya risiko penularan penyakit seksual pun makin sedikit.
  4. Mengurangi kemungkinan kanker prostat. Hasil studi di Australia tahun 2003 menemukan bahwa pria yang mengalami ejakulasi lebih dari lima kali dalam seminggu berisiko lebih rendah terkena kanker prostat. Masturbasi ibaratnya seperti membilas sistem reproduksi pria dan mencegah berkembangnya sel-sel kanker.
  5. Sarana latihan seks. Masturbasi juga kerap digunakan sebagai kegiatan berlatih sebelum melakukan hubungan seks yang sebenarnya. Pada wanita, masturbasi bisa membantunya mengenali titik-titik sensitif yang kemudian bisa diberitahukan kepada suami.
Masturbasi sehat secara teratur bahkan bisa juga mencegah terjadinya ejakulasi dini dan bisa melatih kontrol emosi yang lebih baik.
Namun selain bermanfaat bagi kesehatan ternyata masturbasi juga bisa menyebabkan kecanduan sehingga bisa berdampak buruk sebagai berikut:

  1. Impotensi. Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan dalam tingkat keparahan tertentu bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali.
  2. Kebocoran katup air mani. Bukan hanya ereksi saja yang terpengaruh oleh kerusakan saraf, kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yag tepat juga terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.
  3. Kebotakan. Dampak lain dari ketidakseimbangan hormon yang terjadi jika terlalu sering masturbasi adalah kerontokan rambut. Jika tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu kebotakan atau penipisan rambut pada pria.
  4. Nyeri punggung dan selangkangan. Kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa menyerang penis karena gesekan yang terjadi bisa menyebabkan lecet-lecet.
  5. Rasa letih sepanjang hari. Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.

Namun berapa frekuensi masturbasi yang dianggap kecanduan masih juga menjadi bahan perdebatan. Ada yang mengatakan jika lebih dari 7 kali dalam seminggu sudah termasuk kecanduan, namun ada yang menganggap frekuensi tidak masalah selama tidak mempengaruhi kinerja dan hubungan sosial seseorang.
Lukisan masturbasi pria oleh Henri Avil. Sumber: wikipedia

Lalu, apakah masturbasi bisa mengurangi kejadian PMS? Jawabannya, ya, jika dilakukan sendiri (bukan mutual masturbation atau masturbasi bersama) dengan sehat. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan diri dan alat yang akan digunakan. Bahkan ada beberapa negara yang menyarankan agar kaum remajanya melakukan masturbasi. Pada tahun 2009, pemerintah Inggris bersama dengan Uni Eropa mendorong kaum remaja untuk melakukan masturbasi setidaknya sekali setiap hari. Masturbasi tidak hanya dibenarkan secara kesehatan, tetapi juga disebut-sebut membantu mengurangi PMS dan mencegah kehamilan remaja.

Tapi tentunya, masih banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan masturbasi. Salah satunya terkait dengan pandangan agama yang anda anut. Tanyakan pada pemuka agama anda tentang pandangan agama anda tentang masturbasi. Tentu tidak nyaman, melakukan masturbasi jika masih diliputi beban rasa bersalah yang akhirnya akan merusak diri sendiri. Selain itu, coba dipikirkan kembali, adakah kegiatan lain yang lebih menarik dan lebih bermanfaat untuk dilakukan selain masturbasi? 

Hmm… semuanya kembali pada diri kita masing-masing. Kalau merasa nyaman, ya silahkan, namun kalau tidak merasa nyaman, sebaiknya jangan melakukan masturbasi karena dampak masturbasi yang sehat hanya akan tercapai jika dilakukan dengan perasaan nyaman.

Bacaan:

Thursday, February 13, 2014

Apa Itu SUFA?


Sumber gambar: www.acon.org.au

Salah satu diskusi yang cukup hangat di milis AIDS Ina adalah tentang SUFA. Kepanjangannya menurut salah satu anggota milis adalah Strategic Use of ARV. Intinya, SUFA adalah pemakaian ARV secara langsung begitu diketahui status HIV+ tanpa memandang nilai berapa CD4. Perlu diketahui, bahwa sejak dulu ada salah satu syarat untuk memulai terapi ARV yaitu jumlah CD4. Karena hitung CD4 ini sangat sulit diterapkan di berbagai daerah yang tidak memiliki alatnya, maka gejala klinis penyerta dan penentuan stadium menjadi tolok ukur dimulai atau tidaknya terapi ARV.
Nah, ada program baru yang saat ini memasuki implementasi pilot project di beberapa kabupaten/ kota di Indonesia yang disebut dengan SUFA. Untuk itu penting juga diketahui oleh pembaca blog Apa Itu HIV dan AIDS agar tetap update dengan informasi terkini.

Karena langsung mendapatkan ARV begitu diketahui positif maka SUFA sering juga disebut Test and Treat. Karena tujuannya juga untuk mencegah penularan (dengan menurunkan viral load) maka sering pula disebut Treatment as Prevention (TasP). SUFA diperkuat dengan surat edaran dari Menkes tertanggal 13 Maret 2013. Dengan adanya kebijakan baru ini maka Kemenkes wajib menyediakan fixed dose (FDC) 1 pil (Tenofovir, Lamivudine, Efavirenz) yang akan dikonsumsi sekali sehari.

Untuk lebih lengkapnya saya sertakan link untuk mengunggah informasi tentang kebijakan SUFA tersebut di sini. File tersebut sepertinya dibuat oleh teman-teman di IAC (Indonesia AIDS Coalition). Terimakasih sebesar-besarnya atau usaha mereka.

Semoga berguna!

Sumber: Milis AIDS Ina

Tuesday, January 14, 2014

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Kali Mengetahui Bahwa Anda HIV-positif?

Jika Anda baru saja menemukan bahwa Anda HIV-positif, Anda mungkin merasa kewalahan, takut, dan sendirian. Ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian. Tak terhitung orang dan sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda dan perlu Anda ketahui bahwa ada lebih dari 100.000 orang di Indonesia yang juga HIV-positif seperti Anda dan tetap dapat melanjutkan hidupnya.

Perlu diingat bahwa menjadi HIV-positif bukanlah seperti mendapatkan hukuman mati seperti jaman dulu. HIV (Human Immunodeficiency Virus) memang menyebabkan AIDS (Acquired Immuno-Deficiency Syndrome), tapi menjadi HIV-positif tidak selalu berarti bahwa Anda sudah memiliki AIDS. Rejimen pengobatan baru telah berhasil mengubah menjadi HIV-positif menjadi kondisi yang menetap bagi banyak orang sehingga mereka tidak sampai kepada AIDS. Dengan gaya hidup sehat dan perawatan medis yang tepat, banyak orang dengan HIV-positif dapat mempunyai hidup produktif untuk waktu yang lama.

Sumber: www.aids.gov
Namun, mengetahui  bahwa Anda adalah HIV-positif tetap dapat membuat Anda terguncang. Di mana Anda harus mencari bantuan? Siapa yang harus Anda kabari pertama kali? Apa yang harus Anda lakukan pertama kali? Berikut adalah beberapa petunjuk untuk membantu Anda melalui masa sulit ini.

Konsultasi segera dengan dokter yang paham tentang HIV dan AIDS
Setelah mencari tahu Anda HIV-positif, ketakutan tentang masa depan mungkin akan sulit bagi Anda untuk mengambil tindakan. Tapi begitu Anda tahu bahwa Anda HIV-positif, segera kunjungi dokter yang berpengalaman menangani HIV dan AIDS secepat Anda bisa. Jangan menundanya. Dokter Anda akan menjalankan tes untuk melihat seberapa baik sistem kekebalan tubuh Anda bekerja, seberapa cepat HIV berkembang di tubuh Anda, dan seberapa sehat tubuh Anda secara keseluruhan. Dengan cara ini dan informasi lainnya, dokter Anda dapat bekerja dengan Anda untuk mengembangkan rencana perawatan yang terbaik, termasuk kapan dan bagaimana memulai perawatan. Obat HIV sering dapat memperlambat atau mencegah perkembangan HIV menjadi AIDS. Tapi jika tidak diterapi, tetap saja HIV dapat menyebabkan penyakit serius dan kematian.

Pelajari Apa Artinya Menjadi HIV-positif
Informasi adalah kekuatan, terutama ketika informasi yang Anda dapatkan, dapat menyelamatkan hidup Anda. Langkah-langkah ini akan memungkinkan Anda untuk mengambil peran aktif dalam perawatan Anda:
  1. Baca tentang HIV dalam bagian lain dari blog ini. Kunjungi pula banyak sumber informasi lainnya. Beberapa link dalam blog ini dapat membantu Anda untuk mendapatkan informasi baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
  2. Carilah informasi dari pemerintah atau organisasi pendidikan nirlaba yang fokus pada HIV dan AIDS.
  3. Pelajari tentang perawatan HIV yang masih bersifat eksperimental dan juga perawatan HIV standar, serta efek sampingnya. Untuk perawatan HIV standar akan coba kami bahas pada artikel selanjutnya di blog ini. Mudah-mudahan segera dapat sumbernya.
  4. Bicaralah dengan orang lain yang juga telah didiagnosis sebagai HIV-positif.

Carilah Layanan Dukungan untuk HIV-positif
Berbagai macam orang dapat membantu Anda dengan menyediakan dukungan emosional dan fisik yang dibutuhkan untuk dapat menerima diagnosis bahwa Anda HIV-positif. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil segera:
  1. Tanyakan kepada dokter Anda tentang kelompok dukungan HIV dan AIDS setempat. Atau, mintalah rujukan ke seorang profesional kesehatan mental, seperti psikolog, psikiater, atau pekerja sosial klinis. Tentunya rujukan ini kalau Anda membutuhkan saja. Ada beberapa orang yang tidak suka bercerita dan lebih suka menyimpan. Yang penting, Andalah yang lebih tahu apa yang Anda butuhkan.
  2. Diskusikan dengan dokter Anda informasi yang Anda peroleh dari sumber manapun. Kadang beberapa sumber memang akurat, namun ada juga yang tidak.
Saat ini banyak tersedia sumber-sumber informasi online yang sangat baik. Untuk Indonesia, website KPA Nasional tentu masih merupakan rujukan yang utama. Dari website ini akan banyak link/ tautan juga ke berbagai sumber informasi lainnya. Blog Apa Itu HIV dan AIDS memang belum terlalu lengkap, namun jika Anda membutuhkan literatur, jangan sungkan, kami usahakan mengirimkannya kepada Anda secara cuma-cuma.

Akhirnya, tak ada kata menyesali diri… hidup ini masih panjang, nikmati dengan melakukan banyak hal-hal baik dan berguna.

Bacaan:

Friday, November 1, 2013

Truvada: 5 Hal yang harus diketahui tentang obat pertama untuk pencegahan infeksi HIV



Para praktisi medis saat ini mempunyai senjata baru untuk melawan HIV dan AIDS dalam kotak senjata mereka dan kali ini senjata yang cukup tangguh. Untuk pertama kalinya, Badan POM Amerika (FDA) menyetujui terapi yang akan mencegah infeksi HIV pada orang yang sehat (belum terinfeksi).

Obat tersebut disebut Truvada, yang telah disetujui sebagai terapi pada orang yang terinfeksi HIV dengan cara kerja menurunkan jumlah virus yang beredar dalam sirkulasi darah. Bukan hanya itu, percobaan juga telah membuktikan bahwa Truvada juga dapat melindungi orang yang tidak terinfeksi namun beresiko terinfeksi HIV jika mereka meminum Truvada sehari sebelum terpapar dan sehari setelah terpapar. Maksudnya terpapar adalah “berhubungan seks atau terjadi pertukaran cairan dengan orang yang sudah terinfeksi HIV”.

Sumber: www.natap.org
Persetujuan FDA ini ternyata memicu kontroversi. Beberapa praktisi kesehatan masyarakat berargumen bahwa obat ini akan memicu salah paham di antara para pengguna dan membuat mereka berpikir bahwa mereka kebal dan tidak mungkin terinfeksi dan oleh karena itu pada akhirnya memicu tingkat penggunaan kondom yang semakin rendah. Walau demikian, FDA tetap yakin bahwa manfaat Truvada membuat obat ini layak untuk mendapat persetujuan peredarannya. Untuk itu marilah kita ketahui beberapa hal tentang Truvada.

Siapa saja yang dapat mengkonsumsi Truvada?

Obat yang diproduksi oleh Gilead Sciences Inc. ini disetujui untuk digunakan pada orang yang tidak terinfeksi yang beresiko tinggi terinfeksi HIV melalui hubungan seksual. Ini termasuk para pekerja seks komersial, orang-orang dengan partner hubungan seksual yang HIV +, serta orang-orang dengan resiko tinggi terpapar, misalnya orang yang sering menggunakan obat-obat injeksi atau IDU (Injecting Drug Users). 

Seberapa efektif obat ini mencegah terinfeksi HIV?

Pada sebuah studi, seorang gay dan biseksual yang mengkonsumsi Truvada setiap hari dan mendapat konseling tentang praktek hubungan seks yang aman ternyata mengurangi resiko mereka untuk terinfeksi sampai 42%. Di studi yang lain, yang melibatkan pasangan heteroseksual dimana salah satunya adalah HIV +, maka partner seksnya berkurang resiko terinfeksinya hingga 75% jika mereka mengkonsumsi Truvada.

Apakah Truvada menyembuhkan AIDS?

Tidak. Obat ini hanya dapat mengurangi jumlah virus dalam tubuh dan memperlambat progres menuju AIDS untuk orang yang sudah terinfeksi (HIV +). Untuk orang yang sehat, yang belum terinfeksi, obat ini dapat mengurangi kemampuan HIV untuk menguasai sel sehat dan memulai infeksi, dengan cara memblok aktifitas enzim yang diperlukan oleh virus (HIV) untuk bereplikasi (bertambah banyak).

Kenapa persetujuan FDA untuk Truvada menjadi kontroversial?

Ada ahli yang mengatakan bahwa orang sehat yang belum terinfeksi bisa salah menggunakan obat ini – obat ini harus digunakan setiap hari agar menjadi efektif – yang dapat memicu HIV menjadi resisten (kebal) terhadap terapi yang sesungguhnya.

Sumber: www.drugs.com
Selain itu, ahli kesehatan masyarakat juga ada yang beranggapan bahwa penggunaan obat ini bisa menurunkan perilaku seks aman akibat orang tersebut merasa tak akan terinfeksi selama menggunakan Truvada. Namun, pasien yang menerima Truvada tetap diharapkan mempraktekkan perilaku seksual yang aman, salah satunya dengan tetap menggunakan kondom, terlibat dalam konseling, dan melakukan pemeriksaan (test) HIV secara teratur. Percobaan yang telah dilakukan ternyata tidak membuktikan bahwa pengguna Truvada menjadi lebih terlibat dalam hubungan seks yang beresiko. 

Para peneliti, sayangnya, tidak dapat menjelaskan kenapa pada pekerja seks komersial yang menggunakan Truvada ternyata tetap terinfeksi HIV. Mereka berpikir bahwa itu mungkin diakibatkan salah dalam menakar dosis, atau mungkin saja ada hubungannya dengan lingkungan vagina yang membuat obat menjadi kurang efektif.

Kenapa persetujuan oleh FDA ini penting?

Persetujuan ini merupakan lompatan besar di bidang pencegahan HIV dan AIDS, tidak hanya di Amerika namun di seluruh dunia. Begitu Truvada digunakan sebagai salah satu cara mengurangi infeksi HIV maka dunia yang terus berkembang pada suatu saat bisa membuat pil-pil lain yang bisa digunakan orang yang tidak terinfeksi namun beresiko tinggi terinfeksi HIV agar tetap tidak terinfeksi. Para ahli kesehatan masyarakat juga bersemangat untuk membangun strategi pencegahan yang lebih efektif, dengan menyadari bahwa salah satu cara menghentikan epidemi ini adalah dengan mencegah terjadinya infeksi baru dan mengobati yang telah terinfeksi dengan baik.

Lalu bagaimana di Indonesia ya? Dengan semakin banyaknya orang yang terinfeksi dan maraknya perilaku beresiko, apakah sudah saatnya kita mulai menyediakan Truvada?

Alice Park is a writer at TIME. Find her on Twitter at @aliceparkny. You can also continue the discussion on TIME’s Facebook page and on Twitter at @TIME.

Diterjemahkan oleh Willy Sitompul untuk Apa Itu HIV dan AIDS. Diskusi lebih lanjut tentang ini dapat dilakukan lewat Twitter di @ApaItuHIV_AIDS.